Tingkatkan Semangat Menghafal Al Quran Waktu Libur, Santri Tazkia IIBS Ikuti Seminar Motivasi Al Quran

Mengisi masa liburan, Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) ajak seluruh santrinya mengikuti Seminar Motivasi Quran dengan tema “Hidup Bahagia Bersama Al-Quran” (22&28/12). Hadir sebagai pemateri adalah Ustadz Istihsan Arif Al-Fudhaily, Lc., Al-Hafidz yang merupakan seorang hafidz 30 juz dan juga Qari’ di Ammar TV. Bersama Ustadz Istihsan, santri diajak untuk mendalami makna dan menemukan kebahagiaan bersama Al-quran.

Membaca Al-Quran kerap kali menimbulkan rasa enggan dan malas, menurut Ustadz Istihsan hal itu karena seseorang tidak benar-benar menikmati setiap hurufnya. Rasa malas yang menyerang bisa menjadi ciri saat seseorang sudah dikuasai syaitan. Padahal, sahabat Rasulullah SAW yang memiliki banyak kesibukan justru berusaha untuk mampu meng-khatamkan Al-Quran dalam kurun waktu yang singkat, yaitu tiga hari.

“Istiqamah membaca Al-Quran bisa memberatkan amal timbangan kita di hari kiamat besok,” ujarnya.

   

Menjaga istiqamah dalam membaca Al-Quran juga akan memberi lebih banyak syafaat dan pertolongan. Bagi Ustadz Istihsan hal itu justru dapat membantu pengembangan pelajaran lainnya. Karenanya, semangat menjaga dan menghafal Al-Quran harus terus dijaga. Jangan sampai semangat itu kalah dari orang lain yang mungkin memiliki kekurangan baik fisik maupun lainnya.

“Mungkin hari ini kita tidak merasakan nikmat dan keberkahan menghafal Al-quran. Tapi kelak akan kita rasakan selama kita istiqamah,” ungkapnya.

Mulai menghafal Al-quran di usia 10 tahun, Ustadz Istihsan bercerita bahwa tujuan utamanya dahulu bukanlah untuk bisa menghafal 30 juz. Saat itu dirinya hanya ingin bisa membaca Al-Quran dengan baik seperti Qari’ dalam sebuah saluran TV yang ditontonnya. Proses menghafal diakuinya tidak mudah, karena butuh perjuangan dan ketenangan.

Kala itu, doa dari kedua orangtuanya menjadi motivasi utamanya. Hingga akhirnya, pada tahun 2010 dirinya berhasil menjadi juara 1 dalam sebuah lomba tahfidz nasional dan bisa menunaikan ibadah umrah setelahnya.

“Kunci utama saat menghafal Al-Quran adalah istiqamah dan ikhlas karena Allah. Saat ini kita mungkin menganggap bahwa hadiah Allah (mahkota di akhirat) adalah sebuah ilusi, namun hadiah Allah terhadap hafidz Quran adalah sebuah kebahagiaan tiada tara,” jelas Ustadz Istihsan.

Kepada santri Tazkia, Ustadz Istihsan mengingatkan untuk terus murajaah dan berusaha membagi waktu dengan baik. Serta berusaha untuk tidak menyia-nyiakan waktu dengan hal yang tidak bermanfaat. Ustadz Istihsan juga mengingatkan bahwa menghafal Al-Quran adalah tiket terbaik untuk mengantarkan orangtua ke Surga Allah SWT dan pesantren adalah lingkungan terbaik untuk menghafal Al-Quran.

“Proses menghafal Al-Quran itu tidak perlu cepat-cepat, tetapi harus benar. Artinya harus memiliki hafalan yang mutqin dan dhabit,” pesan Ustadz Istihsan.

Tidak lupa, Ustadz Istihsan juga mengingatkan bahwa liburan yang paling mulia adalah liburan bersama Al-quran. Jika mulai merasa bosan membaca, maka coba beralih dengan mendengarkan. Hal yang terpenting adalah terus menjadikan Al-Quran sebagai bagian dari keseharian. (nai/lil)

Share this post