Tazkia O-Week 7.4: Ajak Santri Baru Mengenal Tazkia IIBS Lebih Dekat

Sebanyak 360 santri baru Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) mengikuti rangkaian Orientation Week (O-Week). Mengusung tema “Retreat Our Education Journey”, Acara itu akan berlangsung mulai tanggal 27 Juli – 01 Agustus 2020 secara daring. Pada rangkaian O-Week 7.4 ini santri akan diajak untuk mengenal lebih dalam tentang Tazkia IIBS, mulai dari program, fasilitas, asatidz/ah, serta peraturan lainnya ketika mereka masuk secara luring (offline) dan tentunya teman-teman satu angkatan.

Pada sambutannya, Ustadz Muhammad Rajab, M.Pd.I, selaku Direktur Kepesantrenan menyampaikan tentang pentingnya memiliki semangat yang tinggi dalam menuntut ilmu. Sebab, menuntut ilmu sejatinya merupakan sebuah bukti keimanan seorang muslim kepada Allah SWT. Ustadz Rajab juga mengingatkan bahwa kelak Allah akan mengangkat derajat orang-orang yang berilmu beberapa derajat.

   

Lebih lanjut,  Ustadz Rajab menjelaskan tentang tiga hal yang wajib diingat oleh seseorang yang sedang menuntut ilmu. Hal pertama adalah pentingya menjaga niat untuk menuntut ilmu karena Allah SWT. Dengan niat yang lurus, maka akan lebih mudah bagi seseorang untuk menerima Ilmu yang akan diberikan.

Kedua adalah bersungguh-sungguh dalam belajar. Jika sesorang tidak bersungguh-sungguh, maka dirinya akan mudah menyerah saat mendapatkan ujian ditengah proses belajarnya.

“Ujian yang akan kalian dapatkan nanti adalah untuk melihat niat dan ke-istiqamah-an kalian dalam menuntut Ilmu Allah,” jelasnya.

Hal terakhir adalah tidak pernah melupakan doa dalam setiap proses menuntut ilmu. Sebab pada hakikatnya, semua ilmu merupakan milik Allah SWT. Karenanya segala upaya dalam menuntut ilmu juga harus diupayakan dengan doa.

   

Pembina Tazkia Student Association (TSA) Ustadzah Ika Dewi Sumiati, M.Pd., menjelaskan bahwa tujuan utama pelaksanaan O-Week 7.4 kali ini agar santri baru mendapatkan gambaran akan ragam kegiatan di Tazkia. Selain itu, agar santri baru juga mengenal asatidz/ah dan teman-teman mereka dengan lebih dekat.

Selama tujuh hari pelaksanaan pekan perkenalan ini, santri juga akan mendapatkan beragam pembekalan untuk menguatkan mental dan pemahaman mereka tentang menuntut ilmu. Di samping itu, peserta juga akan diberikan tugas-tugas yang berkaitan dengan pengembangan diri mereka, seperti membuat deskripsi diri dan video tentang penggambaran diri mereka dan semacamnya.

Selanjutnya, ustadzah Ika mengungkapkan bahwa sistem daring yang digunakan kali ini memang sedikit menghambat proses interaksi dengan santri baru, utamanya antara wali kelas dengan santri baru. Maka dari itu, adanya tugas-tugas selama O-Week diharapkan bisa menjadi momen untuk mendekatkan santri dengan wali kelas dan santri dengan teman-temanlainnya.

“Lewat O-Week ini, kami berharap santri tidak hanya mengenal program-program di Tazkia, tetapi juga mengenal teman-teman dan asatidz asatidzah di Tazkia. Jadi, nantinya mereka bisa lebih kuat dan bertahan di Tazkia,” tutupnya. (nai/lil)

Share this post