Tazkia IIBS Global Dialogue Series: Mengenal Lebih Dekat Proses Perkuliahan Negeri Tirai Bambu

Memberikan pandangan pada santri SMA sejak awal menjadi program yang dilakukan sejak awal SMA Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) berdiri. Dengan tujuan memberikan gambaran tentang pendidikan lanjut, Tazkia IIBS juga memberikan program ini bagi santri kelas XII Angkatan ke dua.

Dikemas dalam program Global Dialogue Series, kali ini Tazkia IIBS menghadirkan Ajra Ibraheem Maghfira Daud, S1 Economics and Trade di Zenjiang University of Technology dan Aqila Iffah Marwan, S1 Medicine and Surgery di Chongqing Medical University, (31/10).

Kepada santri Tazkia Aqila bercerita bahwa saat dirinya mendapat kesempatan untuk belajar di China, Ia tidak ragu untuk mengambilnya. Meskipun sebelumnya Ia belum fasih berbahasa mandarin. Setelah bertolak ke China, Ia menemukan bahwa lingkungan kampusnya sangat bersahabat untuk pelajar. Mulai dari fasilitas transportasi umum yang mudah dijangkau, lokasi kampus yang jauh dari perkotaan, hingga kemudahan dalam mencari makanan halal. Alumni Pondok Modern Darussalam Gontor Putri itu menambahkan bahwa adanya  kelas sesama alumni pesantren banyak membantunya dalam proses adaptasi.

   

Terkait dengan proses pembelajaran, Aqila menjelaskan bahwa terdapat sedikit perbedaan pada sistem kurikulum yang dipakai. Jika pendidikan dokter di Indonesia banyak menggunakan sistem blok dan SKS, maka di Chongqing Medical University jadwal kuliah dan materi telah ditentukan oleh pihak kampus untuk setiap minggunya. Selain itu, terdapat juga mata kuliah Physical Education (PE) yang wajib diikuti oleh mahasiswa pada semester 1-3.

“Kuliah di luar negeri itu harus berani bertanya, tidak boleh malu. Kalaupun di awal merasa bingung, seiring berjalannya waktu pasti akan mulai paham,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan Ajra yang kini menempuh pendidikan di semester 3. Menurutnya, semua anak pesantren pasti mampu bertahan untuk kuliah di luar Negeri. Namun, tidak semuanya memiliki kemauan kuat untuk mengembangkan diri  Berani untuk berteman dengan mahasiswa dari beragam negara bisa menjadi salah satu cara untuk mengembangkan diri.

Tentang jurusan yang dipilihnya, Ajra menjelaskan bahwa pada dasarnya jurusan tersebut melihat ekonomi dari ruang lingkup yang lebih luas. Sehingga, lebih luas pula ranah praktis yang dapat di jangkau olehnya. Hal lainnya adalah terdapat materi tentang China Business yang mempelajari tentang bagaimana masyarakat Cina menjalankan bisnis mereka. Mengingat saat ini China adalah kekuatan ekonomi dunia no.2 yang berpotensi untuk menjadi No.1.

   

“Tentu akan sangat pas untuk belajar ekonomi disini. Terlebih ada hadist yang juga menyuruh kita untuk menuntut Ilmu ke negeri China, artinya sejak zaman Rasul mereka semua sudah berdagang dengan orang-orang dari China,” jelasnya.

Baik Aqila maupun Ajra mengingatkan bahwa dalam proses belajar di luar negeri harus memiliki niat belajar yang lurus. Selain itu, harus banyak menggali informasi tentang jurusan, universitas, dan negara yang akan dituju. Sehingga akan lebih mudah dalam proses adaptasi nantinya.

“Yang terpenting kita harus memiliki kemauan kuat. Selama ada kemauan pasti Allah SWT akan membuka jalan bagi kita semua,” tutup Ajra. (nai/lil)

Share this post