Orientasi Wali Santri Daring: Tazkia IIBS Bangun Kepercayaan untuk Wujudkan Visi Bersama

Menyambut tahun ajaran baru, Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) mengadakan orientasi untuk wali santri baru Tazkia. Acara orientasi dilaksanakan pada 24-26 Juli 2020 secara daring. Pada orientasi kali ini, wali santri mendapatkan penjelasan secara detail mengenai beragam program dan layanan yang ada di Tazkia. Orientasi ini sekaligus menyambut wali santri baru sebagai bagian dari keluarga besar Tazkia.

Chairman Tazkia IIBS, Ustadz Ali Wahyudi, M.Pd., dalam sambutannya berpesan kepada wali santri untuk 100% ikhlas saat mengirimkan anaknya ke pesantren. Keikhlasan itu juga harus diikuti dengan motivasi maksimal dari orangtua bahkan keluarga besar. Lebih lanjut, Ustadz Ali menjelaskan bahwa dengan mengirimkan anak ke pesantren, anak akan belajar untuk fokus pada dirinya dan tidak bergantung pada orang lain. Anak juga akan lebih paham bahwa Allah SWT adalah satu-satunya tempat bergantung.

   

“Usia remaja adalah saat anak memasuki fase keteladanan lingkungan. Pesantren menjadi tempat yang pas bagi anak untuk hal itu dan membangun kapasitas mereka,” ungkapnya.

Selanjutnya Ustadz Ali menyampaikan bahwa menjaga dalam mengirimkan anak ke pesantren, orangtua juga harus memiliki niat yang tulus tanpa berharap berlebih karena status yang menempel pada lembaga. Selain itu, orangtua juga harus ikut mondok. Artinya, orangtua harus meningkatkan ibadahnya seiring dengan proses belajar anak. Tidak lupa, ustadz Ali juga mengingatkan untuk selalu ikhtiar dan tawakkal atas proses belajar anak.

“Proses pendidikan itu membutuhkan waktu yang sangat panjang. Karena kita semua ini sedang mendidik anak manusia,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, Ustadz Nur Abidin, M.Ed., CEO Tazkia IIBS menjelaskan bahwa ada tiga faktor yang dapat menentukan tingkat keberhasilan belajar santri, yaitu individu santri itu sendiri, orangtua dan keluarga besar, serta institusi pendidikan. Tiga komponen itu harus saling melengkapi agar proses belajar mencapai hasil maksimal. Apabila terdapat komponen yang tidak kompak, maka santri akan mendapatkan beban yang berlebih dalam proses belajar.

   

Lebih lanjut, Ustadz Abidin menjelaskan dengan detail tentang visi dan misi Tazkia IIBS. Nantinya, santri tidak hanya akan melakukan pembelajaran di kelas, tetapi juga praktik langsung. Selain itu, santri akan mendapatkan pengetahuan akademik dan diniyah dengan porsi yang seimbang. Maka seluruh elemen mulai dari kurikulum, metode belajar, sumber daya manusia, hingga sistem manajemen disesuaikan untuk mendukung hal tersebut.

“Kami berusaha menyesuaikan seluruh lingkungan kampus untuk mendukung visi Holistic and Balance yang kami usung. Sehingga santri tetap bisa menikmati proses belajar meskipun banyak kegiatan,” ungkapnya.

Terakhir, Ustadz Abidin menekankan bahwa penting bagi orangtua dan lembaga pendidikan untuk memiliki pemahaman visi yang sama. Agar tujuan yang dicita-cita kan bersama untuk santri dapat terwujud.

Mengamini hal tersebut, Ustadz Sabar Arifin, S.T. selaku ketua pelaksana orientasi online wali santri mengungkapkan bahwa tujuan utama diadakannya acara itu adalah agar adanya kesamaan visi dan misi antara wali santri dan lembaga. Melalui acara ini pula, wali santri juga mendapatkan informasi atau wawasan baru tentang beragam layanan dan wawasan yang ada di Tazkia. Mulai dari fasilitas kesehatan, bisnis, hingga rencana pembangunan Tazkia kedepannya.

“Setelah mengikuti acara Saya harap wali santri bisa lebih yakin dan percaya kepada Tazkia bahwa sekarang, mereka sudah menjadi satu keluarga besar dengan kami,” tutupnya. (nai/lil)

Share this post