Malaysia & Singapore Overseas Program: Cultural Study and Looking Forward to Malaysia and Singapore Education System

Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) adakan  overseas ke Malaysia dan Singapura untuk santri SMP dan SMA.  Dalam overseas kali ini santri diarahkan untuk mengobservasi dan melihat lebih dalam nilai pendidikan yang berjalan di Singapura dan Malaysia. Pada kesempatan kali ini Tazkia IIBS Malang juga menjalin kerjasama dengan USIM Malaysia dalam bidang pendidikan.

47 santri Tazkia IIBS melakukan perjalanan ke beberapa tempat diantaranya Masjid Putra Jaya, Masjid Cyberjaya dan Masjid Dataran Merdeka yang merupakan masjid- masjid yang mempunyai sejarah peradaban Islam di Negeri Jiran tersebut. Salah satu yang menarik adalah Masjid putra jaya yaitu masjid dibangun di atas danau (Masjid terapung).

  

Ustadz Ahmad Nadhiif, M. Pd menyatakan overseas merupakan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman bagi santri Tazkia. Tujuan-tujuan yang dikunjungi pun memiliki tujuan agar dapat memberikan sedikit gambaran tentang dunia internasional. Kunjungan ke International Islamic University Malaysia (IIUM) santri Tazkia mengamati budaya serta lingkungan belajar yang berjalan di perguruan tinggi Islam yang sangat terkenal itu. Batu Cave sebuah bukit kapur, yang memiliki serangkaian gua dan kuil gua, terletak di distrik Gombak, Selangor, Malaysia. Tempat ini dinamai dari Sungai Batu, yang mengalir melewati bukit.

  

Perjalanan selanjutnya santri Tazkia diajak studi ke Universitas Sains Islam Malaysia (USIM). Selain untuk mempelajari sedikit banyak tentang hubungannya antara Islam dan sains. Peserta overseas juga melakukan observasi secara langsung bagaimana budaya dan lingkungan belajar yang sedang berjalan di universitas tersebut. Dalam kesempatan ini Tazkia IIBS Malang juga berkesempatan untuk menjalin kerjasama dalam bidang pendidikan.

“Karena Tazkia IIBS juga sudah beberapa kali melakukan penjajakan kerjasama dengan USIM dan beberapa lembaga pendidikan di Malaysia, jadi kali ini Tazkia IIBS melaukan silaturahmi kembali,” jelasnya lagi.

Keesokan harinya santri Tazkia melanjutkan perjalanannya ke johor baru yaitu ke Masjid Sultan Abu Bakar,  Masjid ini sudah ada sejak tahun 1311 H. Santri  tidak hanya melihat sebuah rumah ibadah yang tak lapuk dimakan usia, tapi juga melihat sebuah bangunan bersejarah yang menjadi saksi perkembangan Islam di Negeri Jiran. Perkembangan Islam, lanjut Ustadz Nadhiif, berkembang pesat juga di Malaysia. “Bisa dikatakan juga peserta belajar sekaligus jalan jalan,” ungkapnya.

  

Selanjutnya santri Tazkia melanjutkan studi exercise ke Lasalle College of Arts, sebuah lembaga yang menyediakan pendidikan tinggi di bidang seni dan desain kontemporer.  Kampus ini menuai decak kagum santri tazkia akan gaya arsitektur bangunannya yang unik. disamping itu santri Tazkia mempelajari seni serta memdapatkan informasi terkait bagaiamana bisa kuliah di Lasalle.

  

Lasalle College of the Arts di Singapura adalah lembaga terkemuka dalam seni kontemporer mutakhir dan pendidikan desain dan praktek. Ustadz Nadhiif menjelaskan, sekolah ini menawarkan lebih dari 30 diploma, program sarjana dan pascasarjana dalam seni rupa, komunikasi desain, desain interior, desain produk, film, animasi, mode, tari, musik, teater, manajemen seni, seni pedagogi dan praktek, terapi seni, sejarah seni Asia dan penulisan kreatif.

“Kalau nantinya lulusan SMA Tazkia akan berencana mengambil seni, sekolah ini bisa menjadi salah satu tujuannya,” ujarnya.

Perjalanan di Singapura masih belum berakhir, keesokan harinya santri tazkia melanjutkan studi pengetahuan dan teknologi di Science Center dan Garden the Bay. Selama perjalanan di Singapura santri Tazkia kagum akan kota Singapura pada umumnya karena karena kebersihannya dan keteraturannya. Kemudian dilanjutkan studi sejarah dan social di Merlion Park dan Masjid Sultan dan wisata belanja di Orchard Road dan Mustafa.

     

Science center merupakan tempat belajar ilmiah dengan menjadikan ilmu sebagai teman. Santri Tazkia juga bisa belajar tentang ilmu pengetahuan melalui pengalaman imajinatif dan menyenangkan. Dengan ini pengalaman belajar juga lebih baik dan memiliki pengalaman baru. “Alhamdulillah semua menikmati pembelajarannya juga,” ucap Ustadz Nadhiif.

Sehari sebelum kembali ke Tazkia, para santri diajak ke wahana wisata hiburan Universal Studio Singapore (USS) dan Wings of Time sebagai bentuk Refreshment santri setelah sekitar enam hari belajar mengobservasi dan belajar banyak di Universitas Malaysia dan singapura.

Sekitar 6 hari perjalanan overseas Malaysia dan singapura, banyak pelajaran muapun pengalaman yang luar biasa bisa diambil oleh para santri Tazkia. Dengan kegiatan overseas ini berharap para santri dapat meniti jalan yang terbaik, kelak menjadi pemuda/pemudi yang unggul dalam ilmu intelektual dan agama yang kuat. Sehingga dapat membawa negara Indonesia menjadi negara yang unggul. (arf/lil)


Share this post