Isi Maulid Nabi dengan Berbincang tentang Rasulullah Bersama Handy Bonny

Meskipun berada dalam kondisi pandemi Covid-19, Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) tetap ajak santri memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW melalui tausiyah daring (29/10). Ustadz Handy Bonny yang merupakan seorang aktivis dakwah hadir sebagai pemateri. Mengangkat tema “Kurindu Rasulullah”, santri diajak untuk menyelami lebih dalam tentang suri tauladan yang telah diberikan oleh Rasulullah SAW.

Ustadz Bonny dalam tausiyahnya menjelaskan bahwa sejatinya Allah sangat memahami bahwa manusia lebih mudah untuk belajar melalui teladan. Karenanya, Rasulullah diutus sebagai suri tauladan untuk umat manusia. Melalui beliau, Allah menyampaikan setiap aturannya untuk kehidupan manusia, sesuai dengan sifat dasar manusia yang memang senantiasa hidup dalam keteraturan.

“Di Islam saya baru menemukan agama yang mengatur sampai hal terdetail dalam hidup saya, seperti masuk rumah dianjurkan kaki kanan terlebih dahulu, dan sebagainya. Keteraturan itulah yang selalu saya cari selama ini,” ungkapnya.

Ustadz Bonny juga mengingatkan, bahwa sebagai umat Islam harus selalu merindukan keberadaan Nabi Muhammad SAW. Saat seseorang merindukan keberadaan Rasulullah SAW, maka orang tersebut akan berusaha untuk selalu dekat dengan beliau. Maka, seseorang akan berusaha untuk selalu mengikuti apa yang beliau perjuangkan. Termasuk dalam mewujudkan cita-cita beliau yaitu menegakkan aturan Allah SWT di muka bumi.

“Orang yang paling baik adalah mereka yang diberikan banyak fasilitas lalu bisa memanfaatkannya untuk proses mengembangkan diri,” tuturnya.

   

Ustadz Bonny juga mengingatkan bahwa Allah menciptakan manusia sesuai dengan fitrahnya dalam Al-Quran surat Ar-Rum ayat 30. Karenanya, keberadaan manusia akan selalu terlibat dengan sang pencipta. Untuk dapat menjalankan perintah Allah sesuai dengan fitrah tersebut, maka Allah telah memberikan petunjuk dan pedoman kehidupan melalui Rasulullah SAW. “Jika kita ingin mengikuti ajaran rasul dengan benar, maka kita harus mencintai apa yang Allah dan Rasul cintai,” jelasnya.

Selain menjelaskan tentang teladan yang diberikan Rasulullah, Ustadz Bonny juga mengingatkan santri untuk terus menghargai dan menghormati orang tua. Sebab Allah, rasul, dan orangtua tidak pernah meninggalkan mereka. Ustadz Bonny juga menyampaikan bahwa sebagai anak muda yang kaya akan tenaga, ide, kreativitas, dan waktu, santri harus bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Sebab, waktu akan menjadi salah satu hal yang akan dihisab di kemudian hari.

“Kita harus memperbanyak membaca buku, sejarah islam, dan tentunya sejarah Nabi Muhammad SAW. Semakin kita mengenal dan tahu sejarah beliau, maka kita akan semakin cinta terhadap beliau,” pungkasnya. (nai/lil)

Share this post