Inspirational Talk: Tazkia IIBS Berikan Solusi Hadapi Disrupsi Inovasi di Masa Pandemi

Memasuki era transformasi digital, Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) gelar Inspirational Talk dengan tema VUCA For Disrupting Innovation bagi santri kelas X putra SMA Tazkia IIBS (3/11). Acara yang diadakan secara daring itu menghadirkan Direktur Akademik Tazkia IIBS, Ustadz Eko Nurhaji Purnomo M.Pd sebagai pemateri. Melalui sesi kali ini, santri akan mendapatkan gambaran kemampuan apa saja yang harus dikembangkan oleh santri agar bisa bersaingan di era ini dan menjadi Enterpreneur Leadership.

VUCA sendiri merupakan akronim dari Volatility, Uncertainity, Complexity, dan Ambiguity. Secara umum VUCA berkaitan dengan cara pandang seseorang dalam melihat kondisi saat membuat sebuah keputusan, merencanakan, mengelola risiko, mendorong perubahan, dan memecahkan masalah. Berbicara tentang VUCA juga berarti berbicara tentang beragam perubahan yang akan terjadi dengan sangat cepat, seperti kondisi dunia saat menghadapi pandemi saat ini.

Ustadz Eko menjelaskan bahwa kondisi pandemi Covid-19 memberikan dampak yang sangat besar bagi dunia. Jumlah populasi dan tingginya mobilitas manusia menjadi salah satu penyebab virus dapat menular dengan sangat cepat keseluruh dunia. Tentunya pandemi ini membawa serta kenaikan angka kematian pada usia produktif dan penurunan ekonomi di berbagai negara antara 1-2%. Jika berlanjut, maka tidak mungkin akan semakin banyak negara yang memasuki kondisi resesi atau kebangkrutan.

“Dengan kondisi yang seperti ini, tinggal bagaimana kita akan menjadikan kondisi ini dan juga VUCA sebagai peluang untuk menjadi enterpreneur,” tuturnya.

Selanjutnya ustadz Eko mengungkapkan bahwa saat ini kondisi krisis yang dihadapi manusia berada pada poin krisis. Akibatnya akan ada pola-pola kehidupan yang berubah. Mulai dari proses belajar, kegiatan sehari-hari, dan aspek kehidupan lainnya. Diperkirakan bahwa perubahan itu akan terus berlanjut bahkan pada post crisis. Dampak lainnya adalah setidaknya 50% pekerja akan digantikan oleh sistem automatisasi utamanya mesin digital.

   

Menghadapi kondisi itu, maka muncul kemampuan baru yang harus dikuasai masyarakat. Ustadz Eko menjelaskan bahwa akan muncul jenis kemampuan baru yang akan menjadi motor penggerak bagi perusahaan. Seperti analytical thinking and innovation, technology design and programming, dan sebagainya. Ustadz Eko juga menjelaskan bahwa pada tahun 2025 mendatang, akan muncul beragam pekerjaan baru yang berbasis data dan kreativitas.

Seperti Data Analys, Digital Marketing and Strategist, dan sebagainya. Karenanya, penting bagi setiap orang untuk terus meningkatkan kemampuan mereka. Minimal sebanyak 40% setiap lima tahun.

“Skill terkait teamwork, adaptasi terhadap tekanan, dan digital technology wise akan sangat dibutuhkan di 2025 nanti. Nah, di Tazkia ini nanti kalian akan disiapkan untuk bisa memiliki semua skill itu,” ungkapnya.

Salah satu solusi yang diungkapkan Ustadz Eko untuk dapat bertahan dalam kondisi ini adalah dengan menjadi Enterpreneur Leadership, yaitu seorang pemimpin yang juga memiliki jiwa enterpreneur. Mampu untuk menciptakan lingkungan yang mendukung anggotanya untuk terus berinovasi dan kreatif. Serta mampu untuk mengomunikasikan visi dan misinya dengan baik. Sehingga pendekatan yang dilakukan adalah pendekatan berbasis inovasi dan kreatif.

   

Selanjutnya, Ustadz eko juga mengungkapkan bahwa hal utama lainnya adalah memahami konsep open innovation. Pada konsep ini, kolaborasi menjadi kekuatan utama untuk bisa menghasilkan pasar. Semakin optimal kolaborasi yang dilakukan, maka semakin besar peluang untuk memenangkan pasar. Akan semakin komplit, apabila seseorang memiliki kemampuan untuk bisa memprediksi keadaan. Agar bisa melakukannya, maka diperlukan pengetahuan yang luas dari beragam sumber. Sehingga seseorang tidak hanya akan bisa memahami tetapi juga bisa ikut bersikap pro-aktif.

Inspirational Talk juga diadakan untuk santri kelas X putri SMA Tazkia IIBS pada hari berikutnya dengan pemateri Direktur IT & Kampus, Ustadz Imam Baihaqi, S.Kom sebagai pemateri.

   

“Dengan pengetahuan ini kita bisa mulai berinovasi dan memberi solusi bagi masyarakat. Sehingga, kita tidak hanya akan bisa beradaptasi, tetapi juga bisa sutainable,” tutupnya. (nai/lil)

Share this post