Buka Pembelajaran Semester 2, Tazkia IIBS Pacu Semangat Santri Melalui Webinar

Dalam rangka memulai pembelajaran semester dua tahun ajaran 2020-2021, Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) menggelar webinar dengan tajuk Learning How To Learn, Senin (11/01). Mengundang Ustadz Ahmad Dhofir Zuhry, S. Sos, M. Fil yang merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Luhur Baitul Hikmah dan Rektor Sekolah Tinggi Ilmu Filsafat Al Farabi.

 

Keberkahan orang berilmu berlaku sepanjang masa. Usia intelektual seorang yang berilmu akan terus ada meskipun usia secara fisik terbatas. Kitab-kitab peninggalan ulama masa lalu masih terus digunakan hingga saat ini sebagai salah satu referensi umat Islam. Gus Dhofir, sapaan akrabnya, menjelaskan pentingnya barokah dalam menuntut ilmu.


   

 

Pada dasarnya santri adalah penerus ilmu-ilmu agama, lebih berharap pada akhirat dan menjadikan dunia bukan sebagai tujuan. Dengan ilmu-ilmu yang ada, santri tidak memberikan hukuman dasar bagi orang lain yang tidak sejalan dengan pemahamannya. Dalam Islam hal ini dinamakan mazhab. Menurut Gus Dhofir, mazhab merupakan cara untuk mencapai sebuah tujuan.

 

“Mudahnya, kita bebas menggunakan mazhab apa saja dengan tujuannya yang sama sesuai dengan tuntutan Al Quran,” jelasnya pada seluruh santri Tazkia IIBS Putra dan Putri.


   

 

Adanya perbedaan mazhab dalam Islam, maka selayaknya santri bisa menghargai perbedaan. Mengingat itu merupakan hal yang lumrah dalam kehidupan di dunia. Mulai dari perbedaan pemikiran, pendapat, hingga amalan ibadah. Karenanya, santri sebaiknya bisa menghargai hal tersebut. Bahkan terhadap orang yang berbeda agama.

“Menghargai dan menghormati bukan berarti melarang orang untuk melakukan apa yang diyakini. Jika dalam Islam ada yang menggunakan qunut dan tidak qunut. Semuanya benar untuk dilakukan sebenarnya,” ungkapnya.

 

Lebih lanjut, Gus Dhofir menjelaskan bahwa dalam Al Quran orang alim adalah rabbaniyun, ulama, dan ahli zikir. Orang-orang yang senantiasa mengingat Allah juga tergolong orang alim. Maka dari itu, sudah selayaknya manusia selalu mengingat Allah salam setiap aktifitas yang dilakukan. Bahkan sampai merenungi penciptaan langit bumi. Lewat cara itu, akan tumbuh keyakinan dalam diri setiap insan bahwa ada yang menciptakan dunia dan seisinya itu.


   

 

Maka dari itu, santri jangan hanya belajar tentang agama saja, tetapi juga belajar tentang hal hal luar angkasa, kedokteran, ilmu ilmu duniawi, hingga ilmu sejarah. Kunci yang perlu diterapkan adalah kejujuran dan juga spirit Islam.

 

Pembukaan pembelajaran semester 2 tahun ajaran 2020-2021 ini berlangsung selama dua hari hingga Selasa (12/01), dengan pemateri Ustadz Eko Nurhaji Purnomo, M. Pd selaku Direktur Akademik Tazkia IIBS yang berbicara tentang bagaimana menjadi smart di era new normal. Hadir juga Ustadz Zainal Arifin yang berbicara tentang adab menuntut ilmu. (nai/lil)

Share this post