Berikan Pembinaan Maksimal, Tazkia IIBS Antarkan Santri ke Perguruan Tinggi Bergengsi di Indonesia

Adalah sebuah pencapaian luar biasa bagi sebuah lembaga pendidikan saat berhasil mengantarkan anak didiknya ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, begitupun dengan SMA Tazkia Islamic Boarding School (IIBS). Tahun ini sebanyak 45 santri angkatan pertama SMA Tazkia IIBS telah diterima di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan 24 santri diterima di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) melalui beragam tes ujian masuk perguruan tinggi.

        

Diantaranya adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Airlangga, Universitas Andalas, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Malang, Universitas Brawijaya, Universitas Padjajaran, Universitas Negeri Jember, Universitas Veteran, Universitas Negeri Surabaya, UIN Malang, UIN Surabaya,  Universitas Ciputra, BINUS, dan lain sebagainya. Hal ini tak lepas dari doa dan ikhtiar santri dalam mempersiapkan diri melalui beragam program bimbingan belajar yang telah dirancang oleh Tazkia.

        

Kepala Sekolah Tazkia IIBS, Ustadz Rois Haqiqi, M.Pd. menjelaskan bahwa saat memasuki semester 2 di kelas 12 kegiatan belajar mengajar santri telah difokuskan untuk persiapan ujian nasional dan ujian masuk perguruan tinggi. Pada masa ini, santri akan belajar lebih intensif terkait materi yang yang akan diujikan bersama asatidz/ah baik di jam reguler sekolah maupun di jam belajar tambahan. Sehingga, santri memiliki lebih banyak waktu untuk mendalami materi sesuai dengan jurusan dan kampus yang dituju.

       

Tidak hanya itu, dalam proses persiapan, Tazkia juga melakukan kerjasama dengan salah satu lembaga bimbingan belajar. Pada kerjasama ini, santri bisa mendapatkan bimbingan belajar selama tiga hari dalam sepekan. Tazkia juga memperbolehkan santri untuk mengikuti bimbingan belajar secara privat.

 

“Pilihan program bimbingan belajar tambahan ini tentu sudah melalui kesepakatan antara santri, orangtua, dan Tazkia. Apabila tidak memilih bimbingan belajar juga tidak masalah, santri bisa tetap mendapatkan pelajaran tambahan dari asatidz di Tazkia,” ungkap Ustadz Rois.

        

Meskipun disibukkan dengan beragam persiapan akademik, namun Ustadz Rois menyatakan bahwa kegiatan tersebut tidak akan mengganggu kegiatan diniyah santri. Sebab, segala jadwal telah diatur sedemikian rupa agar santri tetap bisa menyeimbangkan antara kegiatan diniyah dan akademik. Seperti waktu belajar tambahan yang hanya boleh dilakukan di sore hari dan malam hari saat waktu belajar. Serta program bimbingan bersama lembaga bimbingan belajar atau privat yang dibatasi hanya tiga hari dalam seminggu dan pada sore hari.

        

Lebih lanjut, Ustadz Rois menyebutkan bahwa Tazkia telah menyiapkan beragam formula untuk bisa meningkatkan kualitas lulusan di tahun depan. Sehingga jumlah santri yang bisa diterima di PTN maupun PTS di Indonesia bisa terus bertambah. Salah satunya adalah dengan perubahan dalam desain kegiatan belajar. Pada tahun ajaran ini, materi reguler untuk kelas 12 SMA telah disesuaikan kembali dengan materi UTBK dan tes masuk perguruan tinggi lainnya. Seperti materi Tes Potensi Akademik (TPA) dan Tes Potensi Skolastik (TPS).

    

“Tahun ini, banyak ujian internal yang sifatnya opsional bagi santri. Sehingga sejak semester 1, mereka sudah bisa menyiapkan diri untuk masuk perguruan tinggi,” ujarnya.

      

Selain itu, tahun ini Tazkia juga menjalin kerjasama dengan dua lembaga bimbingan belajar yang mana salah satunya merupakan lembaga bimbingan berbasis daring. Sehingga, meskipun saat ini santri masih di rumah namun bisa mulai mempersiapkan diri untuk tes masuk perguruan tinggi. Pembinaan secara daring juga tetap dilakukan oleh asatidz Tazkia setiap harinya.

      

“Santri juga sudah kami berikan pemaparan tentang ketatnya persaingan yang akan mereka hadapi, sehingga harapannya nanti mereka bisa ikhtiar lebih kuat lagi,” ungkapnya.

      

Terkahir, Ustadz Rois mengungkapkan bahwa Tazkia akan terus memastikan bahwa semua santri akan diterima di jurusan dan perguruan tinggi terbaik bagi mereka. Selain itu, Tazkia  juga akan tetap memantau perkembangan alumni yang telah diterima di perguruan tinggi, baik perkembangan secara akademik maupun sosial. Hasil rekam jejak tersebut akan menjadi acuan Tazkia untuk mengembangkan formula guna meningkatkan kualitas santri.

     

“Harapan kami, semoga alumni dapat berposes dengan baik di perguruan tinggi nanti. Sehingga dapat membanggakan oangtua dan umat islam,” tutupnya.(nai/lil)

        

Share this post