Our Aspiration

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang begitu pesat telah merubah peradaban dunia, lingkungan sosial dan bahkan keluarga dan anak-anak kita. Perubahan dan tantangan ini tidak mungkin kita hindari karena sudah menjadi sunnatullah yang harus kita hadapi.

Sebagai orang tua dan umat muslim, sudah menjadi tanggung jawab kita untuk mendidik dan menyiapkan anak-anak kita menjadi pribadi muslim-muslimah yang tunduk patuh pada ajaran Islam dan sekaligus siap menghadapi perubahan dan tantangan tersebut. Sebagaimana Allah firmankan:

وَلْيَخْشَ الَّذِيْنَ لَوْتَرَكُوْا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةً ضِعَافًا خَافُوا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوا اللهَ وَلْيَقُولُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا

“Dan hendaklah takut (kepada Allah) orang-orang yang sekiranya mereka meninggalkan keturunan yang lemah di belakang mereka yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) nya. Oleh sebab itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah, dan hendaklah mereka berbicara dengan tutur kata yang benar.” (QS: An-Nisa:9).

Salah satu upaya strategis dalam membangun generasi yang kuat tersebut adalah dengan memberikan pendidikan yang baik dan benar. Pendidikan diharapkan mampu memberikan celupan (shibghah) yang baik dengan menyelenggarakan program pendidikan yang dapat membentuk kematangan spiritual dan emosi, ketajaman fikir dan skills serta integritas yang terpuji. Akan tetapi, tidak semua lembaga pendidikan yang ada mampu memberikan bekal yang cukup tersebut sehingga generasi yang ada masih cenderung lemah, kurang percaya diri, dan belum mampu bersaing baik di tingkal nasional maupun global.

Sebagai upaya merespon kegelisahan tersebut, Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) hadir dengan harapan dapat menjadi aternatif pendidikan yang mampu memberikan bekal bagi anak-anak kita dan generasi Islam pada umumnya untuk dapat berdiri kokoh dan percaya diri dalam menghadapi perubahan dan tantangan zaman dengan menyelenggarakan program pendidikan yang lebih menyeluruh (holistic), berimbang (balanced), sesuai dengan tuntutan perubahan zaman (relevant) dan dikelola dengan penuh amanah dan efektif (well-managed). Gambaran filosofi proses pendidikan di Tazkia dapat dilihat pada diagram berikut.

Pendidikan Hoslistic

Pendidikan holistik adalah paradigma pendidikan multidimensional yang mendasari proses pendidikan di Tazkia. Sesuai dengan fitrahnya, Allah SWT telah membekali anak-anak kita dengan sifat dasar (fithrah) ketauhidan yang lurus, kecerdasan intelektual dan skill yang tinggi, emosi yang positif, integritas yang tinggi, perasaan yang halus serta fisik yang kuat dan sempurna. Semua potensi ini akan berkembang sesuai dengan pendidikan yang kita berikan.

Pendidikan yang ideal seharusnya bisa menfasilitasi perkembangan potensi dasar ini secara maksimal dan menyeluruh. Akan tetapi, praktik pendidikan yang ada cenderung parsial dan terjadi dikotomi (pemisahan) antar bidang keilmuan yang justru dapat menghambat perkembangan fitrah dasar anak-anak kita. Di negara-negara barat, pendidikan cenderung sekuler. Pendidikan semacam ini mampu mencetak generasi yang cerdas dan berdaya kreatifitas tinggi, akan tetapi lemah dalam sandaran vertical (spiritual) sehingga cenderung materialistik dan individualis. Disatu sisi, pendidikan di mayoritas negara muslim masih cenderung dogmatis dan konservatif sehingga mencetak generasi yang kurang kompeten, kurang kreatif dan kurang percaya diri sehingga belum mampu bersaing hampir di berbagai bidang kehidupan.

Pendidikan di Tazkia berupaya memperbaiki dua paradigma tersebut dengan menjadikan konsep ajaran Islam (al-Qur’an dan al-Hadits) sebagai fondasi utama dan pusat dari semua proses pendidikan yang ada. Dalam proses pendidikan, siswa akan mengikuti proses belajar(ta’lim) secara menyeluruh dan berimbang, proses pengkondisian dan pembentukan karakter/adab (ta’dib) dan proses pensucian niat dan diri (tazkiyah) melalui program ibadah harian santri.

Pendidikan Berimbang

Proses dan tujuan pendidikan di Tazkia juga dilakukan dan diarahkan secara berimbang (balanced). Keseimbangan atau At-tawazun merupakan salah satu prinsip ajaran Islam yang mulia. Dalam kontek pendidikan, prinsip keseimbangan dapat diartikan memberikan muatan kurikulum yang menyeluruh dan melakukan proses pendidikan secara proporsional sesuai dengan fitrah manusia dengan tujuan menggapai kebahagian di dunia dan akherat. Sebagaimana firman Allah SWT:

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الْآخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الْأَرْضِ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

“Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagaanmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu dan janganlah berbuat kerusakan di muka bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan” (QS. Al Qashash: 77).

Meskipun menerapkan kurikulum yang beragam, proses pendidikan di Tazkia dilakukan secara proposional dan tetap menjaga kestabilan psikologis dan kesehatan fisik santri. Dalam praktiknya, para santri diberikan waktu khusus untuk beribadah, belajar, bersosialisasi dengan teman sejawat, berkomunikasi intensif dengan keluarga, berekreasi atau bahkan tidur siang (qoilulah). Pendidikan yang berimbang akan mengantarkan anak-anak kita menjadi pribadi yang unggul secara utuh dan dapat meraih kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akherat.

Kurikulum dan Metode Mengajar yang Relevan

Selain proses dan tujuan yang berimbang, Tazkia juga berupaya menjaga isi/konten kurikulum dan metode pengajaran selalu up to date dan sesuai dengan tuntutan perubahan zaman. Kurikulum yang kurang relevan akan merugikan santri tidak hanya dalam menghadapi tes dan ujian di sekolah akan tetapi secara signifikan merugikan dalam menghadapi berbagai persoalan hidup yang semakin komplek dan menantang. Oleh karena itu, kajian terhadap muatan kurikulum menjadi sangat strategis dan secara terus-menerus perlu dilakukan baik konten materi kurikulum al-Quran, diniyah, nasional, bahasa, pengembangan diri santri dan kurikulum internasional.

Disamping kurikulum yang relevan, metode pengajaran di Tazkia juga dituntut untuk selalu up to date. Metode pengajaran yang relevan dengan kondisi lingkungan, tahap perkembangan fisik dan psikologi anak, gaya belajar (learning styles) dan lain sebagainya akan semakin memudahkan anak dalam meraih kesuksesan dalam belajar. Oleh karena itu, semua guru dan murabbi di Tazkia dituntut untuk dapat menyajikan pembelajaran yang menarik, bermakna dan efektif dengan mengintegrasikan berbagai strategi mengajar modern dan salaf sebagaimana Rasulullah telah contohkan. Disamping itu, guru dan murabbi juga dituntut untuk senantiasa meningkatkan kemampuan mengajar dengan mengikuti berbagai program pengembangan kompetensi mengajar secara berkesinambungan.

Berkaitan dengan hal ini, sahabat Rasulullah Ali bin Abi Thalib telah mengingatkan kita agar mengajari anak-anak kita sesuai dengan kondisi zamannya. Dengan kata lain, dalam mendidik anak, kita dianjurkan untuk menyesuaikan konten materi dan metode pengajaran yang relevan sesuai dengan kondisi saat ini dan tantangan di masa depan.

Sarana Pendukung dan Manajemen Pengelolaan yang Modern

Untuk mewujudkan program pendidikan yang holistik yang berkualitas, diperlukan sarana pendukung dan manajemen pengelolaan yang efektif, akuntabel dan transparan (amanah).

Dari aspek sarana pendukung, Tazkia berkomitmen membangun lingkungan tinggal dan belajar yang kondusif dengan menyediakan fasilitas belajar dan asrama yang modern, lengkap, efektif dan unik. Desain lingkungan dan fasilitas belajar yang ada merupakan perpaduan yang harmonis antara ide para arsitek dan pengelola pendidikan sehingga fasilitas yang ada tidak hanya memiliki nilai estetika (seni) yang tinggi tetapi juga aman dan efektif sesuai dengan fungsinya yaitu penunjang proses belajar, bersosialisasi, rekreasi dan lain sebagainya.

Untuk membangun manajemen pengelolaan modern yang efektif dan akuntabel, perencanaan (planning) menjadi bagian yang sangat penting di Tazkia. Perencanaan yang efektif dimulai dari penyusunan konsep yang jelas sampai pada monitoring pelaksanaan yang ketat dan evaluasi hasil yang berkesinambungan. Perencanaan yang efektif memberikan arah dan tujuan yang jelas beserta strategi pencapaian yang efektif. Dalam prinsip manajemen modern kesalahan dalam merencanakan berarti merencakan kegagalan dan kerugian. Berkaitan dengan hal ini Allah SWT juga telah mengingatkan kita tentang pentingnya perencanaan segala aktifitas kita:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS: Al-Hasyr:18)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan kita untuk senantiasa memperhatikan apa yang akan kita perbuat, bersungguh-sungguh dan mengevaluasi dampaknya dikemudian hari termasuk di akherat kelak. Beberapa cara yang dapat kita lakukan adalah dengan melakukan perencanaan dan evaluasi yang efektif dan berkesinambungan baik dari sisi waktu (time management) maupun strategi cara pencapaiannya (strategy management). Dalam kontek pengajaran, guru dan murabbi di Tazkia harus melakukan perencanaan yang matang sebelum melakukan pengajaran di kelas sehingga mampu mencapai tujuan pembelajaran dengan lebih efektif.

Disamping efektif, manajemen pengelolaan di Tazkia juga harus akuntabel dan transparan. Akuntabel dapat diartikan melaksanakan segala tugas (amanah) dengan penuh keikhlasan, kejujuran dan tanggung jawab yang tinggi. Sedangkan transparan berarti dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka baik dihadapan stakeholder (wali santri, santri, guru, dll) maupun dihadapan Allah SWT nantinya. Untuk bisa mewujudkannya, diperlukan aturan kerja yang positif, struktur dan deskripsi tugas yang jelas, pedoman kerja (SOP) yang baik, serta prosedur kontrol kualitas (quality control) yang sistematis dan berksinambungan.

Dengan memegang teguh prinsip ini, seluruh civitas Tazkia dituntut untuk bekerja dengan penuh keikhlasan, bersungguh-sungguh dan memiliki etos kerja yang tingi karena kita yakin segala aktifitas dan tugas yang dilakukan akan dievaluasi secara berkala dan dipertanggungjawakan kepada seluruh stakeholder yang terlibat termasuk dihadapan Allah SWT.

Demikianlah gambaran singkat prinsip dasar pendidikan dan pengelolaan manajemen di Tazkia. Dengan berpegang pada prinsip pendidikan yang holistik, berimbang, relevan dan modern diharapan akan mampu mengantarkan anak-anak kita menjadi generasi muslim-musimah abad modern yang berkrepibadian islami (morally excellent), berjiwa pemimpin (being an inspiring leader) dan berwawasan global (internationally-minded), sehingga mampu bersaing dan berdiri kokoh dalam mengemban amanah sebagai khalifah Allah SWT. Aamiin ya Rabbal Aalamiin.

Share this post