Strengthening its Educational Network, Tazkia IIBS Starts to Engage a Collaboration With Al Ikhlas in Cambridge Curriculum

Tazkia International Islamic Boarding (IIBS) kembali menjalin kerjasama dengan lembaga pendidikan dalam kurikulum cambridge. Kali ini Tazkia IIBS melaksanakan kerjasama dengan Pondok Pesantren Al-Ikhlas Rembang Pasuruan. Kerjasama ini merupakan kali kedua, setelah sebelumnya Tazkia IIBS melakukan kerjasama di  bidang kurikulum cambridge dengan Pondok Pesantren Al Ikhlas Taliwang.

Hal ini merupakan komitmen Tazkia IIBS untuk melakukan kerjasama di bidang akademik Dalam bidang cambridge. Koordinator Tazkia Cambridge Center, Ustadz Muhammad Rasyid Husnul Waro’i menyatakan, selain telah menjadi center of cambridge, Tazkia IIBS juga ingin menyebarkan dakwah islamiah yang merupakan misi lembaga pendidikan islam. “Insyaallah kurikulum ini akan diterapkan pihak sekolah mulai tahun ajaran baru 2019 nanti,” jelasnya.

  

Kunjungan ke Pondok Pesantren Al Ikhlas Rembang Pasuruan ini sekaligus menjalin silaturahmi antar lembaga. Ustadz Rasyid menuturkan, sebelum penandatanganan kerjasama Tazkia IIBS menjelaskan terkait urgensi kurikulum cambridge serta sistem manajemen pondok pesantren internasional.

“Kami rasa hal ini perlu disampaikan karena Tazkia IIBS akan melakukan pendampingan intensif terkait pengaplikasikan kurikulum cambridgenya,” ujarnya lagi.

Tidak hanya itu, lanjut Ustadz Rasyid, kami juga memberikan pendampingan guru pengajarnya. Pemetaan potensi guru serta pembekalan guna pengajaran ke guru juga menjadi hal yang perlu diintensifkan. Menurut Ustadz Rasyid, hal ini merupakan salah satu cara untuk menjadikan Pondok Pesantren Al Ikhlas Rembang Pasuruan sebagai lembaga pendidikan berbasis internasional. Diharapkan dengan langkah ini alumni Pondok dapat menimbah ilmu lanjutan setelah tamat kemana pun dituju di berbagai Universitas ternama di berbagai negara.

                              

”Tazkia IIBS sebagai center pelaksana Kurikulum Cambridge di Indonesia ini, akan memandu sampai akhirnya pondok ini bisa mandiri dalam penerapan kurikulum,” ungkapnya.

Untuk materi pelajaran dalam Kurikulum Cambridge meliputi 3 pelajaran seperti Matematika, Bahasa Inggris dan Sains untuk tingkat SMP, sedangkan untuk tingkatan SMA yaitu Matematika, Bahasa Inggris, Sosiologi, Geografi dan Ekonomi.

”Sebenarnya ada 40  pelajaran untuk SMA bisa dipilih 5, sedangkan untuk SMP 3 pelajaran nanti akan kita uji sehingga yang lulus bisa mengantongi ijasah setara Cambridge dan bisa melanjutkan pendidikan tinggi di luar negeri,” demikian jelas Ustad Rasyid. (lil)

Share this post