Sheikh of Palestine Appealed Muslim Generation to Imitate the Path of Maryam

Meneladani Maryam tidak hanya diejawantahkan dalam teori saja, namun perlu adanya pengejawantahan dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut disampaikan oleh Syeikh Nashif Nashir Ahmad Abdullah salah satu ulama dari Palestina berkesempatan hadir di Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS), Senin (28/1). Kali ini Syeikh Nashif berkunjungan ke kampus putri.

Kisah Maryam yang bahkan dijadikan salah satu nama surat dalam Al Quran. Hal ini tentunya ada pelajaran berharga yang wajib diteladani oleh seluruh umat muslim. “Maryam seharusnya menjadi idola dan suri tauladan khususnya bagi muslimah remaja saat ini. Tapi sayangnya banyak muslimah yang mengidolakan bukan tokoh-tokoh muslim,” jelas Syeikh Nashif.

  

Berkaitan dengan kelahiran Maryam dari negeri Yarussalem-Palestina dan beberapa para Nabi yang meninggalkan banyak sejarah di negeri Suci tersebut. Syeikh Nashif menceritakan kembali tentang kaum Israel yang semakin hari semakin luas dalam penguasaannya. “Bahkan saat ini kaum israel sudah membatasi dengan tembok besar yang cukup tinggi. Akan tetapi kaum muslimin Palestina tetap berjuang hingga saat ini. Perjuangan muslim Palestina untuk mempertahankan negaranya terus berlanjutnya sampai hari ini,” ungkapnya dihadapan seluruh santri Tazkia IIBS.

Dalam kesempatan tersebut, Syeikh Nashif juga menayangkan video bagaimana kaum muslim Palestina saat ini. Terlihat semangat untuk terus memperjuangkan negeri yang dahulu menjadi tempat berpijaknya Nabi Muhammad SAW saat Isra’ Mi’raj. Dalam sejumlah hadist juga disebut  Masjid Al Aqsa menjadi masjid istimewa karena menjadi kiblat pertama umat Islam.

  

Al aqsa turut menjadi saksi dalam konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Masjid yang memiliki kubah berwarna perak itu berdiri dikompleks Al Haram Asy Syarif di area seluas 14 hektar. Di kompleks tersebut, terdapat Dome of The Rock, yang diyakini sebagai tempat pijakan Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra Mikraj. “Masjid The Dome of The Rock inilah yang sering disangka sebagai Masjid Al Aqsa,” ujarnya lagi.

Bangunan suci tersebut menjadi sumber konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Salah satu pemicunya konflik adalah adanya pergerakan dari kaum Yahudi untuk beribadah di kompleks suci tersebut. Yahudi menyebut kompleks Al Hara Asy Syarif sebagai ‘Temple Mount’ atau Bukit Suci.

                                        

Di akhir acara, syeikh Nashif memberikan kenangan kepada para santri Tazkia penghafal Al-Qur'an. Kemudian dilanjutkan dengan do'a bersama untuk kaum Muslimin yang berada disana. Tazkia IIBS juga mengadakan penggalangan dana dari para santri Tazkia IIB untuk saudara kita di Palestina. Selain itu, tazkia IIBS memberikan kesempatan kepada wali santri untuk dapat menyalurkan sebagian hartanya melalui Tim Dakwah Center Tazkia IIBS.(arf/lil)

Share this post