Providing Complete Facilities, Tazkia IIBS Trains Students to The Rituals of Hajj

Seruan talbiah terus terucapkan oleh seluruh peserta manasik haji Tazkia International Islamic Boarding School (IIBS) saat menjalani manasik haji di halaman kampus putra dan putri. Hal ini bertujuan untuk memberikan pengalaman spiritual pada santri Tazkia IIBS dengan mempelajari manasik haji.

Program rutin yang dilaksanakan setiap tahunnya yang diikuti seluruh santri kelas IX, manasik haji dilaksanakan sebanyak dua kali pada Sabtu (1 dan 8/09) di kampus putri dan putra.  Koordinator manasik haji, Ustadz Husni Mubarok, Lc. menyatakan,  manasik haji ini merupakan cara Tazkia IIBS untuk memberikan praktek secara langsung pada santri.

  

Sebelumnya, seluruh santri kelas IX sudah diberikan teori terkait haji dan umroh. Satu hari sebelumnya para santri mengikuti pelatihan. Menurutnya, dengan adanya praktek langsung dapat memberikan pemahaman yang lebih pada setiap santri. Manasik haji dilakukan lengkap dengan berbagai komponen pendukung.

Seperti miniatur ka'bah, miniatur hijr Ismail, miniatur maqam Ibrahim, simbolis trowongan mina, jumroh aqobah dan lainnya. "Kami sengaja membuat semuanya mirip dengan aslinya agar santri yang mengikuti manasik ini lebih paham, " jelas Ustadz Husni saat ditemui.

  

Manasik yang dilakukan lengkap diberikan. Santri Tazkia IIBS juga diberikan contoh Haji Tamathu' atau haji yang mendahulukan umroh sebelum haji. Langkah-langkah yang diberikan lengkap mulai dari memakai kain ihram, melakukan miqat, shalat dibelakang maqam Ibrahim, minum air Zamzam, sa'i hingga tahalul. Pada pelaksanaan haji, dilakukan juga simulasi melempar jumroh ula, wustha, dan aqabah.

Selain kesatuan antara teori dan praktek haji diutamakan, ada juga target lainnya yang dibidik. Ustadz Husni menjelaskan, dengan adanya manasik haji yang hampir mendekati aslinya ini diharapkan santri bertambah motivasinya untuk berangkat ke tanah suci.  Ia juga menuturkan, sebelum seseorang menuju ke tanah suci harus ada persiapan sebelumnya.

Manasik haji ini paling tidak dapat memberikan semangat yang lebih pada santri. "Ketika semangatnya sudah tumbuh, maka akan ada keinginan, jika keinginannya sudah kuat maka akan ada usaha mencapai ke tanah suci, " ungkapnya.

Sebelum melakukan manasik haji, lanjut Ustadz Husni, selalu ditekankan bahwa dalam melaksanakan manasik harus benar-benar dihayati setiap bacaannya, selain itu juga harus dinikmati setiap proses dari manasik haji itu agar keinginan untuk menuju tanah suci semakin dekat.

Kedepannya, latihan ini akan diberikan dua kali pada saat kelas satu dan tiga SMP/SMA. Hal ini dilakukan karena ada kaitanya dengan program overseas yang mana santri tazkia akan berangkat Umrah pada saat kelas dua."Dari segi instruktur dan fasilitas insyaallah mampu untuk mengedukasi para santri tentang manasik haji ini. (arf)

Share this post